K4D3X’s Blog

April 9, 2009

SURAKARTA ( SOLO ), SUSTAIN OR NOT

Filed under: Teori Arsitektur 02 — spyquantum @ 4:45 pm

Setelah berkutik di dunia Sustain daerah UKDW dan sekitar, kita pun mencoba untuk keluar guna mendapatkan pengetahuan yang baru tentang dunia Sustainable, kali ini objek yang kita pakai adalah Kota Surakarta atau yang sering disebut dengan istilah Koto Solo.120px-lambang_surakarta-edit

Kota Solo memilki strutur daerah yang hampir sama dengan daerah Jogjakarta, dan kali ini kita akan mencoba untuk mengamati ke-sustainan kota Solo ditinjau dari aktivitas sekitar bangunan serta struktur bangunan itu sendiri. adapun bangunan yang menjadi objek dari peneletian dan pengamatan ini adalah : Pasar Gede, Klenteng, dan Keraton Surakarta, mari kita ikuti pembahasan satu persatu.

1.Pasar Gede Hardjonagoro

Pasar Gede

Pasar Gede

Bagaimnakah kesustainan Pasar Gede? Pasar Gede merupakan salah satu pasar tradisional di daerah Surakarta, setelah melakukan pengamatan, pasar ini dapat sustain dengan sangat baik ini dikarenakan karena pasar ini menjual kebutuhan pokok yang secara langsung menghidupi penduduk baik di sekitar pasar atau mungkin di daerah Surakarta, selain itu keberadaan pasar ini juga dapat

aktivitas sekitar pasar

aktivitas sekitar pasar

meningkatkan kemampuan ekonomi penduduk di sekitas pasar Gede, sehingga tak jarang banyak profesi baru selain pedagang yang muncul di daerah pasar Gede yang berperan penting di dalam kesustainan Pasar Gede itu sendiri, profesi itu antara lain tukang parkir, tukang becak, tukang angkut barang dan lain-lain.

Dilihat dari struktur bangunan pasar Gede juga

bahan sirap

dapat ditafsirkan sustain karena dari rangka atapnya sudah mempergunakan bahan baja (bahan modern) yang secara langsung menjaga keutuhan dan bentuk pasar itu sendiri sedangkan penutup yang masih mempergunakan bahan sirap juga menjaga ketradisionalan dari daerah Surakarta itu sendiri.

2. Klenteng

Klenteng  yang terletak bersebrangan dengan Pasar Gede, juga dapat ditafsirkan sustain karena disekitarnya terdapat pemukiman Tiong Hua yang memanfaatkan Klenteng tersebut semaksimal mungkin, selain itu efek dari Pasar Gede juga ikut mempengaruhi ke sustainan Klenteng, dengan kata lain

Klenteng

Klenteng

jika ada pedagang yang kebetulan beragama Budha, dapat bersembahyang di Klenteng tersebut, karena jaraknya sangat dekat, hal inilah secara tidak langsung menjaga kelangsungan hidup Klenteng itu sendiri.

selain itu bahan-bahan yang dipergunakan juga menjaga kelangsungannya seperti sudah menggunakan bahan genteng sebagai penutup atap serta tiang atau kolom yang sudah mempergunakan teknik modern dalam

Interior Klenteng

Interior Klenteng

pembuatan, selain itu interior dalamnya yang mencerminkan kebudayaan Budha juga menjadi objek wisata yang menarik sehingga banyak wisata yang berkunjung yang secara tidak langsung juga menjaga ke-sustain-nan Klenteng itu sendiri, selain itu posisi yang berada di pusat kota juga menjadi salah satu faktor yang mendukung, karena dapat diakses dengan mudah.

3. Keraton Surakarta

Salah satu peninggalan sejarah kota Surakarta adalah Keraton Surakarta,

Keraton Surakarta

Keraton Surakarta

sama halnya dengan keraton Jogjakarta, Keraton Surakarta juga diasumsikan terletak di tengah Kota Surakarta dan diapit oleh alun alor di sebelah utara dan alun kidul di sebelah Selatannya. Keraton Surakarta mendapat polemik yang sangat besar, karena di sekitar keraton sudah banyak terdapat gedung-gedung modern dengan fasilitas yang canggih yang sama sekali tidak mencirikan sebagai daerah keraton, hal ini dapat mengurangai kesustainan daerah keraton itu sendiri, tetapi berdasarkan hasil peninjauan, masyarakat disana cukup menghormati wilayah keraton dengan cara menjaga kebersihan daerahnya, sedangkan dilihat dari struktur bangunan pendopo, Keraton Surakarta dapat sustain dengan baik, karena bahannya awet serta ditopang dengan tiang-tiang yang besar yang menjaga keutuhan, selain itu bahan lantai sudah mempergunakan keramik, jadi kemungkinan bertahan akan lebih lama.

Sekian yang dapat disampaikan berkenaan dengan studi di daerah Surakarta ( Solo) kesimpulan yang dapat diambil adalah kesustainan “sesuatu” tidak hanya dapat dilihat dari struktur dan kegiatan di dalamnnya, tetapi faktor-faktor luarnya pun akan sangat mempengaruhi kelangsungan “sesuatu” itu sendiri, semoga bermanfaat terima kasih.

Iklan

Maret 27, 2009

SUSTAIN, READY OR NOT VERSI 2

Filed under: Teori Arsitektur 02 — spyquantum @ 2:18 pm

Sustainable, kata yang jarang didengar orang, tapi sapa yang sangka kalau kata terebut memiliki makna yang mendalam dan dapat mempengaruhi keberadaan dari sesuatu baik berupa benda hidup atau pun tidak. Jadi apakah itu sustainable?? Sustainable adalah berkelanjutan, dengan kata lain bagaiman cara benda atau sesuatu tersebut tetap bertahan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya. Dalam dunia arsitketur, sustainable menjadi bagian terpenting dalam desain, dimna para arsitek harus memikirkan cara atau jalan bagaimana karyanya dapat sustain sehingga dapat dinikmati sepanjang masa, itulah tantangan untuk para arsitek ke depan, diperlukan kemampuan untuk mengolah bahan di dalam serta interaksi dengan daerah sekitarnya supaya yang dia bangun atau desain bisa sustain dan memberi pengaruh yang positif, tidak hanya pada penghuni di dalamnya tetapi juga lingkungan di sekitarnya.
Namun, bagaimana dengan kampus kita sendiri?? Apakah sudah daoat dikatakan sustain atau tidak, lalu faktor-faktor apa yang menyebbabkan keadaan sustain itu terjadi atau tidak pada kampus kita tercinta UKDW, sekarang akan dibahas ke-sustain-an UKDW dilihat dari 2 sisi yaitu dari segi intern atau di dalam serta dari segi extern atau di luar, mari kita mulai dari sisi luar yang nantinya akan secara tidak langsung mempengaruhi kesustainan UKDW itu sendiri. Adapun kunci yang digunakan adalah berkenaan dengan 4 faktor penentu sustain itu sendiri yaitu :

Phsycal Elemen
Dari luar tampak gedung UKDW berdiri dengan kokoh dan baik, sehingga dari luar saja UKDW sudah terlihat aman, teduh dnegan dilengkapi banyak pohon besar yang dapat meredam suara kebisingan kota yang bersal dari depan UKDW, selian itu rasa nyaman dan segar pun juga tersa dari tampak luar, desain yang modern menambah indah dan megah terutama gedung Agape yang sudah dapat dilihat kekokohannya dari jalan layang sebaelah selatan kampus UKDW.

Perception
Daru segi persepsinya, sebelumnya banyak yang mengira bahwa UKDW adalah sebuah kantor di tengah kota, tetapi seiring dengan perjalanan waktu dan gencarnya promosi yang dilakukan oleh pihak humas serta sivitas UKDW, sekarang banyak yang tahu bahwa UKDW adalah salah satu universitas yang terletak di jantung kota sehingga mudah diakses dari manapun, selian itu suasana yang berisik di kota tidak berpengaruh pada keaadaan di dalamnya sehingga UKDW dapat dikatakan sebagi tempat belajar yang baik untuk para mahasiswa.

Activity
Secara aktivitas jelas terlihat bahwa aktivitas yang mencolok adalah pelajaran yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar layaknya kampus lainnya, tetapi kadang kala juga terlihat aktivitas kegiatan mahasiswa di luar perjalanan seperti demo, show dan lainnya yang tak jarang mengundang khalayak ramai untuk ikut serta berpartisipasi dalm event-event kemahasiswaan tersebut. Selain itu aktivitas masyrakat umum juga terlihat di depan kampus, ini dikarenakan karena di bagian depan kampus terdapapat fasilitas umum sperti ATM, dan Bank, sehingga tidak hanya mahasiswa yang mengakses kedua fasiliatas tersebut, tetapi juga khalayak ramai, tetapi hal itu sama sekali tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar yang sedang berlangsung.

Time
Dari segi waktu, mungkin UKDW termasuk gedung baru yang dikenal sebagi kampus, itu dikarenakan kurang pengetahuan dari masyarakat tentang keberadaan kampus tersebut, tetapi hal tersebut sudah dapat diatasi oleh pihak humas UKDW dengan cara melakukan sosialisasi dengan baik. Selain itu kegiatan padat aktivitas sivitas UKDW terlihat pada jam-jam kantor mulai dari Senin-sampai Jumat, bahkan jika sedang ada kegiatan mahasiswa, kegiatan bisa dilanjutkan hingga larut malam.
Jadi kesimpulannya, apakah UKDW bisa sustain atau tidak, dilihat dari faktor di atas UKDW bisa sustain, selain karena 4 faktor di atas, UKDW juga dapat memberikan pengaruh yang positif di daerah sekitar, seperti banyaknya tempat kost di sekitar UKDW selain itu banyak warumg makan serta usaha-usaha lain yang berhubungan dengan kegiatan mahasiswa yang secara langsung dapat meningkatkan nilai ekonomi penduduk di sekitar UKDW, jauh lagi melihat, UKDW dapat menjadi salah satu contoh kampus ideal yang berada di tengah kota, kampus yang nyaman dan rindang walaupun berada di tengah kota yang ramai, keuntungan lain, akses ke UKDW juga dapat diakses dari banyak tempat, sehingga jika berurusan ke UKDW jadi lebih lancar tanpa ada halangan lalu lintas yang berarti, lebih jauh lagi, UKDW juga bisa dijadikan petunjuk jalan karena letak dan posisinya, selain itu UKDW juga bisa dijadikan patokan untuk menentukan arah mata angin, karena proporsi gedungnya yang lebih tinggi dari bangunan lain disekitarnya. Atas alasan itulah maka tak salah jika UKDW dapat sustain untuk beberapa puluh tahun kedepan, selama UKDW dapat memberi rasa nyaman, aman dan sejahtera kepada sivitas di dalamnya dan dapat memberikan pengaruh positif di daerah sekitarnya, maka selama itu

Maret 12, 2009

SUSTAIN, READY OR NOT !!!!

Filed under: Teori Arsitektur 02 — spyquantum @ 1:51 pm

Sustain!!! sebuah kata sederhana tapi memilki makna yang besar, terutama di dunia Arsitektur, sustain berarti berkelanjutan dengan kata lain apakah “sesuatu” yang ada di dunia ini dapat berlanjutan atau tidak, jika dapat, apa yang menyebabkan mereka tetap axis, jika tidak, mengapa mereka tidak bisa axis. pertanyaan semacam itulah yang sering muncul di benak kita dan selalu menjadi bahan pikirn para arsitek, sehingga mereka berpikir apa yang harus dilakukan pada karya mereka agar dapat sustain sepanjang waktu.

Dalam studi kasus saat ini, saya mengambil contoh UKDW terutama gedung Agape, sebuah gedung baru yang memilki akses teknologi yang cukup mapan, serta didukung oleh bangunan yang megah dan menarik.

Gedung Agape

Gedung Agape

pertanyaannya apakan Gedung Agape dapat sustain atau tidak??

Sustain atau tidaknya, semua dapat dilihat dari spatial pattern yang didalamnya terdapat faktor-faktor yang membuat perubahan pada temapt tesebut. adapun faktor-faktor tersebut adalah :

1. Phsycal Elemen

secara fisik agape memang cukup baik. dilihat dari atap bajanya yanga dapat bertahan bertahun, bahakan puluhan tahun serta dilengkpai dengan desain

Lantai Agape

Lantai Agape

Atap Baja

Atap Baja

luar yang megah dan perawatan dalam tentunya, lapisan yang menggunakan keramik membuat agape semakin cantik, serta ruang kaca yang membuat indah dan sesuai dengan arsitektur modern.

2. Perception

Dari segi ini agape mendapat banyak persepsi yaitu sebagai kantor yang nyaman untuk para dosen dan staff serta pusat bagian informasi dimana

humas berada di gedung ini, selain itu tempat belajar yang nyaman ber -AC

Lab Komputer

Lab Komputer

serta didukung dengan lab komputer yang canggih, sekaligus juga sebagai tempat hiburan dan kegiatan lain yang terletak di atrium agape yang cukup luas, sehingga dapat menambah semangat baik dalam belajar dan juga dalam beraktivitas.

3. Activity

Aktivitas pun tak kalah banyak, dimulai dari kegiatan

KBM

KBM

belajar mengajar, pemanfaatan IPTEK, serta aktivitas Dosen dan staff pegawai dan aktifitas hiburan yang dilakukan sewaktu-waktu di atrium Agape, bahkan tak jarang difungsikan sebagai kegiatan LK dan UKM, membuat Agape semakin diminati dalam fungsinya. selain itu akses cepat yang mempergunakan lift membuat aktivitas

Lift

Lift

di UKDW dapat semakin lancar dengan efisiensi waktu tapan menguras tenanga yang terlalu banyak.

4. Time

Dalam urusan waktu Agape termasuk gedung yang dibangun di jaman modern, jadi tak jarang bahan-bahan yang digunakan juga merupakan

Agape

Agape

bahan-bahan kelas modern seperti atap baja, keramik, kaca. selain itu sebagai “Gedung baru” Agape juga masih mencerminkan suasana yang baru juga tidak hanya di kalnagan sivitas UKDW tapi juga diklangan masyarakat yang kebetulan lewat dan melihat betapa megah dan modernnya gedung Agape.

Dilihat dari 4 faktor di atas dapat dismpulkan bahwa Agape dapat sustain di waktu-waktu berikutnya, itu dikarenakan karena salah satu syarat sustain adalah nyaman, aman, lancar, indah, selain itu harus dapat bertanggung jawab terhadap hal hal yang kan terjadi serta arif dalam melihat masa lalu, dan Agape pun sekiranya memilki semua itu, dan harap tidak hanya Agape, tetapi juga seluruh Gedung di UKDW, sehingga nantinya UKDW dapat menjadi pelajaran di masa lalu dan contoh di Masa depan. Sekian, sukses buat UKDW !!!!!!!!!!!!

Februari 26, 2009

WE ALWAYS CHANGES

Filed under: Teori Arsitektur 02 — spyquantum @ 3:08 pm

Perubahan itu kekal, semua yang ada di dunia ini pasti berubah baik itu bersifat hidup ataupun tidak. Perubahan dapat terjadi dikarenakan oleh beberapa faktor baik alam, waktu, dimensi bahkan oleh tangan manusia itu sendiri.

Begitu juga di dunia Arsitektur, semua berubah tanpa terkecuali. dan perubahan itu pun turut serta merta mengubah makhluk-makhluk di dalamnya, untuk mengikuti sistem perubahan tersebut, jika tidak dapat dipastikan mereka tidak kan bisa bertahan hidup.

Itulah tema awal tugas Teori Arsitektur 02 kali ni yaitu “PERUBAHAN” kita mendapatkan sebuah soal, apa yang harus kita lakukan jika nanti dunia ini ataupun Jogja pada khusunya mendapat dampak dari mencairnya es di kutub akibat pemanasan global sehingga mengakibatkan naiknya permukaan air laut?? dalam hal ini pun kita dituntut untuk berpikir kritis menganai lingkungan di sekitar kita, serta perubahan yang akan dilakukan guna mencapai hasil yang baik untuk manusia dan baik untuk alam disekitar.

Dalam hal ini aku pun berusaha menyumbang pikiran tentang perubahan yang kiranya bisa dilakukan, walaupun ini termasuk ide “gila” tapi paling tidak hal ini dapat menjadi alternatif di masa depan. adapun beberapa ide tersebut adalah :

1. Perubahan Dengan Sistem Dinding Penahan

before
before

Dinding penahan dimaksud adalah untuk menahan arus gelombang yang masuk sehingga bisa

after
after

dipantulkan lagi ke laut, tapi ini bukan dinding penahan biasa, di dalamnya terdapat filter yang dapat berfungsi sebagai penyaring air laut menjadi air tawar dengan kata lain musibah banjir air laut dapat dimanfaatkan alias disaring menjadi air tawar , sehingga dapat dimanfaatkan oleh penduduk bisa dibilang “Bencana Membawa Berkah” hehehe!!!

2. Perubahan Dengan Sistem Kincir Angin

before

before

Dengan memanfaatkan angin yang cukup kencang di Indonesia maka sistem ini kiranya perlu dicoba. sistem ini merupakan sistem yang mengadopsi dari negeri kincir angin Belanda yaitu dengan mengeringkan air laut sehingga tidak terjadi banjir.

after

after

Energi yang dihasilkan oleh putaran kincir juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber Energi listrik atau PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin) istilah lain, sambil menyelam minum air, air berlebihnya kering eh dapet listrk heheh ade2 aje!!!

Kalo cara di atas masih belum mempan, kayaknya kita harus menuju ke dunia fantasi, dunia impossible yang bisa saja diraih dengan kemajuan iptek, dunia serba aneh heheh, cara ketiga sekaligus cara terakhir adalah :

3.  Perubahan dengan Sistem Pengangkatan Daerah

before

before

Sistem ini sedikit aneh, yaitu dengan mengangkat daerah yang terancam tenggelam oleh air laut, dengan memasang pelat baja elastis di bawah air laut yang dikendalikan oleh sistem canggih dari daratan,

after

after

tujuaannya ya byar gak tenggelam trus dibuat elastis byar pada saat air laut sudah surut daratannya bisa dikembalikan lagi ketempat semula. heheh

kalo cara di atas gak mempan juga, silakan tanya saya kembali 4 atau 5 tahun kedepan, siapa tahu saya punya ide yang lebih spektakuler lagi heheh

Sekian, semoga bermanfaat. Terima Kasih

Januari 30, 2009

WELCOME BACK TO KAUMAN

Filed under: Teori Arsitektur 1 — spyquantum @ 6:16 pm

Ilmu Pengetahuan memang seperti sebuah spiral dimana masih terdapat hubungan antara satu dengan lainnya dan masih terdapat hubungan antara pelajaran yang didapat dahulu dan sekarang. hal itulah yang menyebabkan kita harus memahami plajaran sebelumnya sebelum melangkah ke plajaran berikutnya.

Seperti yang diketahuai bahwa dulu kita telah membahas tuntas tentang Desa kauman namun dalam konten “meruang” tapi kali ini kita kembali menuju desa Kauman dengan konten yang berbeda.

konten kita kali ini dalah menemukan space of sequence dari desa tersebut. sebelum melangakh lebih lanjuta kita harus tau what’s the meaning of sequence.

Sequence merupakan perubahan pandangan dari satu tempat ke tempat byang lain dari beberapa tempat. sulit dibayangkan tapi dpat dilihat dan dirasakan. tugas kali ini pun kembali meruang hanya saja meruang kali ini disertai dengan menentukan sequence melalui sereal vision atau titik penglihatan yang difungsikan untuk menentukan titik fpkus yang dituju.

meruang kali ini pun tersa sedikit berbeda dengan yang pertama. ini dikarenakan karena desa kauman telah dapat dikunjung sebelumnya sehiingga tidak terdapat hal yang baru

yang ada hanyalah hal lama seperti udara sejuk yang mengalir di antara lorong2 kecil dan pandnangan yang berbeda saat memasuki lorong yang lebih lebar. hanya dsaja kali ini kita harus bolak-balik sepanjang jalan kauman untuk menentukan serela vision guna mendapatkan sebuah sequence. perasaan jenuh pun mulai timbul saat harus bolak balik seperti norang gila untukl mengukur dan menentukan sereal vision, perhatian orang-orang desa pun menjadi aneh melihat tingkah kita yanng keliling membawa meteran untuk menukur jarang dari satu vision ke vision yang lain. bahkan tak sedit orang yang beranggaoan bahwa kita dari Dinas Pertanahan yang akan memeperbaiki jalan heheh ( gk mirip banget ech). tapi akhirnya rasa lega dan puas pun mulain muncul saat penentuan sereal vision terakhir dilakukan. rasa lelah tadi pun terobati. Akhirnya satu lagi tugas telah selesai. Amien!!!!!!!!!

BACK TO NATURE

Filed under: Teori Arsitektur 1 — spyquantum @ 6:15 pm

Satu lagi karya dari mahasiswa UKDW prodi Arsitektur yang dapat membuat kagum para sivitas Duta Wacana. Mengapa tidak, anak-anak arsitektur UKDW berhasil merombak atrium gedung Didaktos menjadi sebuah perkampungan mini, walaupun tak sepenuhnya terlihat seperti kampung. Tapi suasana yang ditawarkan mirip dengan kita berada di luar kota. Kegiatan ini pun digelar dalam rangka Dies Natalis UKDW yg ke 46.
Nuansa kampung sudah dirasakan pada saat mulai memasuki kampung mini ini. Dimana pintu masuk atau tiang yang dijadikan sebagai gerbang pintu masuk dihiasi dengan pepohonan khas daerah kampung seperti pisang, lengkap dengan buahnya loe tapi sayang belum masak jadi gak bisa dimakan hehe. Setelah melewati gerbang, kita seolah-olah diiringi oleh pagar bambu yang sengaja dibuat untuk menuntun perjalanan kita menuju tempat utama. Pagar bambu ini pun bukan pagar bambu biasa, yang bikin beda adalah lilin yang ditaruh disetiap ujung bambu, jadi seolah-olah disni belum da penerangan dan memakai obor sebagi alat penerangan jalan. (kampung banget kan, masih pake obor). Setelah melewati pagar bambu kita akan disuguhkan dengan halaman yang lebih luas dilengkapi dengan interior kampung lainnya. Interior yang paling mencolok terlihat adalah Gazebo yang dibuat untuk menguatkan kesan kampung. Gazebo yang dibuat pun bukan gazebo sembarangan lo. Di dalam gazebo tersebut ada karya-karya mahasiswa angkatan 2008 pas Studio Perancangan Arsitektur 1 pas ngeliatnya rasanya berbeda banget, semua karya terlihat bagus apa lagi ditaruh dengan tata letak yang baik, jadi memanjakan setiap mata yang melihatnya.
Selain itu maket Gazebo pas Struktur Konstruksi 1 pun juga ada, ternyata pelajaran yang diberikan sudah diaplikasikan dengan baik ya, jadi selain merasa berada di kampung, kita juga bisa mengenang masa lalu saat membuat kedua tugas tersebut, suka dan dukanya pun teringat kembali heheh. Selain karya anak arsitektur angkatan 2008 juga ada karya kakak angakatan yang tidak kalah kerennya. Pas ngeliat karya kakak angkatan selain kagum, aku juga merasa takut soalnya pasti bakalan sulit bgt ngebuatnya, hehehe tapi dengan keyakinan yang kuat aku yakin pasti bisa. Selain itu nuansa kampung juga diperkuat dengan kehadiran sebuah sepeda kumbang tempo doeloe plus kandang ayam yang gak ada ayamnya, mahal kali ayam di pasar hehe. Pokoke semua benar-benar seperti berada di kampung, selain itu orang yang berada di dalamnya juga jadi pusat perhatian karena berada di tengah-tengah atrium, jadi ge-er diliat banyak orang. Yang membedakan dengan kampung yang asli adalah udaranya, pada saat berda di dalam gazebo terasa panas, gak tw kenapa, kurang isi AC kayaknya hehe di kampung mana ada AC ya. Yang ada angin ceriwir-ceriwir kale. Hanya itulah yang membedakan dengan kampung aslinya.
Di sisi lain ada suasana yang sedikit berbeda dari biasanya, suasana mistik mulai menyelimuti saat kita menuju sebuah pojokan di arsitektur kampung ini, mengapa tidak, dua buah kuburan dengan nisan bambu menunggu disana pa lagi dilengkapi dengan aroma dupa lengkap dengan kemenyannya, pas banget kayak di tengah kuburan, jadi merinding bulu roma, kayaknya setelah lulus nanti selain bisa jadi arsitek, si perancang kuburan juga bisa jadi sutradara film horor soalnya nuansa kuburan yang dibuatnya pas banget dengan aslinya. Hihi serem!!! Setelah puas berjalan-jalan aku pun kembali ke kelas berhubung pada saat itu pelajaran SK 1 dah mau dimulai.
Kali ini karya anak-anak arsitektur emang kueren banget!!! Salud deh buat kalian. Walaupun tu cuman dipamerin selama 3 hari doank tapi sudah cukup membuat hilang rasa kangen kita terhadap dunia pedesaan. Sekian yang dapat saya sampaikan semoga para pembaca yang belum sempat berkunjung ke kampung mini juga ikut merasakan nuansa kampung di Universitas Kristen Duta Wacana. Terima kasih.

TIPE-TIPE RUANG DI DUTA WACANA UNIVERSITY

Filed under: Teori Arsitektur 1 — spyquantum @ 6:13 pm

UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

YOGYAKARTA

NAMA : KADEK WIDIANATA
NIM : 21081244
MATA UJIAN : TEORI ARSITEKTUR
TAHUN AJARAN : 2008/2009
SEMESTER : GASAL
GROUP : A

JAWABAN :
1. Adapun tipe-tipe ruang yang saya temukan di sekitar Universitas Kristen Duta Wacana adalah
:

Tipe Ruang 1 (Ruang linier)
Ruang linier merupakan sebuah ruang dimana antara satu muka dengan muka yang lain saling berhadapan atau seperti linier atau garis lurus sehingga terjadi interaksi tatap muka langsung antar keduanya. Sedangkan di kompleks Duta Wacana contoh dari ruang linier ini adalah Kantin Duta Wacana dimana antara pembeli dan penjual langsung berhadapan dan hanya dibatasi oleh barang dagangan. Ruang tipe ini juga dapat diperpanjang dan diperlebar hingga tak terbatas

Tipe 1

Tipe Ruang 2 (Ruang Radial)
Tipe Ruang radial merupakan perkembangan dari tipe ruang pertama hanya saja pada tipe ini punggung saling berhadapan sehingga muka mengarah keluar dan tidak ada akses masuk untuk kedalam. Sedangkan di kompleks Duta Wacana yang menggunakan tipe ruang ini adalah dapat dilihat pada ruang meja pada kantor Humas di gedung Agape, seperti pada gambar :

Tipe Ruang 3
Tipe Ruang 3 meruapakn tipe ruang dimana punggung berada di tengah atau memusat dan pandangan lepas keluar sehingga pada bagain tengah tidak menjadi pusat perhatian (tidak penting). Kompleks Duta Wacana yang mempergunakan tipe ini terletak pada Atap Gedung Agape seperti terlihat pada gambar :

Tipe Ruang 4
Untuk tipe ini meupakan kebalikan dari tipe tiga dimana keadaannya muka menjadi terpusat sehingga pusat perhatian berada di tengah dan daerah luar tidak menjadi perhatian yang berarti. Untuk di Kompleks Duta Wacana dapat dilihat pada ruang rapat perpustakaan. Selain itu ruang ini juga banyak terbentuk pada saat para mahasiswa melakukan rapat kecil di ruang-ruang Duta wacana pada posisi duduk melingkar.

2. Cara menghentikan aliran ruang tipe 1 atau linier adalah :
Membangun tembok pembatas pada kedua sisi

Meninggikan atau merendahkan tempat atau posisi ruang tipe satu, seperti menggunakan anak tanga untuk mencapai ruang tipe satu tersebut.

Yang terakhir dapat diputus dengan cara mengkombinasikan tipe ruang satu dengan tipe ruang lainnya sehingga aliran liniernya dapat terhenti. Dengan kata lain dapat dihentikan dengan membangun bentuk tipe ruang yang berbeda di salah satu ujung tipe linier sehingga alirannya dapat berubah alias terhenti.

SEKIAN, SEMOGA DAPAT BERMANFAAT BAGI PEMBACA SEKALIAN

INGAT RUANGKU PAHLAWANKU HEHEHE

KaumÀn, The Real Village in Center of City

Filed under: Teori Arsitektur 1 — spyquantum @ 6:13 pm

KaumÀn,

The Real Village in Center of City

Pintu Masuk Desa

Pintu Masuk Desa

Jogjakarta merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, kota yang asri indah dan bersih ini merupkan salah satu daerah istimewa di Jawa. Jogja memiliki banyak banget kultur kebudayaan yang masih asli dari jaman jadul alias tempo doeloe. seneng banget dech rasanya kalo bisa jelajahin semua tempat2 presejarah tersebut. Bagai pucuk dicinta ulam tiba, gue ma temen-temen se angkatan (angkatan ’08 Arsitek UKDW.red) dapet kesempatan buat meninjau sebuah desa di Jogja.

desa tu namanya Kauman!!! awalnya gw kira desa tu terletak di pedalaman banget, susah di jangkau and gak nyaman banget. tapi ternyata stelah gw nyampe disna semua tanggapan gw jadi brubah 100%. perjalan dimulai dari kampus naek motor ma temen2. sebagian ada yang naik bis sich heheh maklum motor terbatas. ampe disana gw ngerasa kaget banget ternyata di tengah kota yang rame banget ada pintu masuk desa yang menurut gw sanget keren. gw sempet liat dari luar ternyata di dalem tu sempit buanget!!! buset dech dalam hati gw berpikir kayaknya di sana gw bakal kepanasan dech!!! secara jalannya sempit ma rumahnya saling bermetan2. heran kok ada ya orang bertahan di sana.

setalah menuggu beberapa saat akhirnya gw masuk ma temen2. ternyata Kauman punya AC alami begitu lewat dari pintu depannya sebuah angin semilir menerpa pelupuk wajah. (buset dramatis baget sich!!). heran disini kok sejuk banget ya padahal sempit banget. sirkulasi udaranya pun seger banget. jadi tambah semangat jalan2 apalagi sama

Hang Out With Friend

Hang Out With Friend

temen2. saat tu desa emang agak sepi!!1 (lagi bobok ciang kale ya sambil nunggu ngabuburit heheh) setlah terus berjalan ke dalam, jalannya kok semakin lama semakin lebar, dan rasanya raga yang dikurung dengan jalan sempit jadi lega setelah tiba di ujung desa dimana jalannya sedikit melabar. mata pun tertegun dengan sebuah bangunan mesjid yang berad di ujung Desa.

Ni Mesjid pa Intana?? Gede buanget dech!!!

Ni Mesjid pa Istana?? Gede buanget dech!!!

Masjid kebanggan Kauman Masjid Gede namanya hehehe emang bangunannya gede banget mungkin tu sebabnya dibilang mesjid gede heheh

Tampak Samping Mesjid

Tampak Samping Mesjid

wah kalo di depan mesjid Gede, badan pun rasanya bebas banget jauh lebih lega dibanding dengan pas kita di jalan masuk desa kauman. Kalo di depan mesjid rasanya bebas, lepas dan seger banget soale daerahnya luas dan ditambah semilir angin yang sejuk banget. agak berdebu sich tapi gpp. hehehe.

Setelah melepas raga dari kesempitan, kita pun kembali melanjutkan perjalanan, kali ni kita menuju sisi desa yang lain, katanya di tempat ni salah satu kebutuhan kita akan terpenuhi apa itu??? yep makanan. kita akan menuju pasar kauman yang katanya menjual beraneka ragam makanan dan minuman. dari Mesjid Gede kita kembali ke jalan yang sempit untuk menuju pasar. setelah beberapa saat akhirnya nyampe juga di pasar jajanan Kauman. Buset makanannya enak,

Ni jalan Masuk ke Pasar

Ni jalan Masuk ke Pasar

gurih, dan banyak macemnya dan yang paling penting menambah panas uang dikantong buat keluar ehheh. tapi apa daya, gak bisa beli soalnya lgi gak bawa duit heheh (maklum anak kost lum dapet kiriman) terpaksa dech yang kenyang cuman matanya doank. tapi disisi lain tempatnya disini tu sempit banget bahkan lebih sempit dari jalan yang pertama, apa lagi menjelang berbuka puasa buset gk bisa lewat alias “maju salah mundur salah”!!! (kayak judul sinetron ja) jalanan yang sempit tu becus setangah dari badan jalan dipake jualan jadi berkurang dech porsi untuk bergerak

Tuh penuh bgt kn, jdi susah ngmbil gambar

Tuh penuh bgt kn, jdi susah ngmbil gambar

. Gw pun mutusin untuk segera keluar dari kerumunan makhluk2 yang kelaparan setelah berjalan dengan berdesak2kan akhirnya nyampe jga gw di pintu keluar desa, tapi di sebelah kiri dari pintu keluar ada sederet pengemis yang minta sedekah kasian sich kasian tapi jangan disna donk kan bkin rusak pemandangan, tapi ni juga menggambarkan bahwa kita hidup saling berdampingana ada yang di atas ada yang di bawah, ada yang kaya dan ada juga yang miskin da yang beli makanan banyak ada yang belum makan. ya itulah hidup di dunia. Setelah keluar dari pasar tubuh terasa kembali lega karena berada di dimensi yang lebih luas tapi itu cuman sesaat karena hawa panas perkotaan mulai menerpa ditambah dengan bisingnya kendaraan dan polusi udara capek dech.

Prosesi menunggu Teman yg Laen

Prosesi menunggu Teman yg Laen

setelah menunggu teman2 yang lain akhirnya kita pun kembali berkumpul di samping Mesjid Gede untuk mendapatkan pengarahan terakhir dari Dosen and setelah itu acara bebas dech, gw pun mutusin bwt kembali ke kost soale dah capek bgt!!! Sekian yang dapet gw sampein tentang pengalaman gw meruang di Kauman semoga bermanfaat bagi pembaca semuanya. Suksma ( Terima kasih. red heheh sori roaming dikit gpp kan!!!!!)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.